HARI BUKU SEDUNIA

Hari Buku Sedunia atau World Book Day diperingati setiap tanggal 23 April. Tahun ini Hari Buku Internasional jatuh pada Jumat, 23 April 2021. Sejarah World Book Day bermula saat United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan hari penting ini pada tanggal 23 April 1995. Tanggal ini dipilih karena merupakan peringatan wafatnya William Shakespeare dan penulis sejarah Spanyol terkemuka Inca Garcilaso de la Vega.

membaca buku sendiri mempunyai manfaat positif, mulai dari mampu memperkuat otak, memperbesar rasa empati, sampai dengan mengurangi depresi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal NCBI menunjukkan, membaca benar-benar bisa mengubah pikiran. Dengan menggunakan pemindaian MRI, para peneliti telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks di otak. Saat kemampuan membaca Anda matang, jaringan tersebut juga menjadi lebih kuat dan lebih canggih. Dalam satu studi yang dilakukan pada 2013, para peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel di otak.

Peserta dalam penelitian tersebut membaca novel “Pompeii” selama 9 hari. Saat ketegangan dibangun dalam cerita, semakin banyak area otak yang menyala dengan aktivitas. Pemindaian otak menunjukkan bahwa selama periode membaca dan berhari-hari setelahnya, konektivitas otak meningkat, terutama pada korteks somatosensori, bagian otak yang merespons sensasi fisik seperti gerakan dan nyeri. Sementara itu, para dokter di Cleveland Clinic merekomendasikan agar orang tua membaca bersama anak-anak mereka sejak masa bayi dan berlanjut hingga tahun-tahun sekolah dasar. Membaca bersama anak-anak Anda membangun asosiasi yang hangat dan bahagia dengan buku, meningkatkan kemungkinan anak-anak akan menganggap membaca itu menyenangkan di masa depan.

Membaca di rumah meningkatkan kinerja sekolah di kemudian hari. Ini juga meningkatkan kosakata, meningkatkan kepercayaan diri, membangun keterampilan komunikasi yang baik, dan memperkuat mesin prediksi yaitu otak manusia. Membaca mampu meningkatkan kemampuan untuk berempati & mengurangi depresi Sebuah penelitian dari David Comer Kidd yang dipublikasikan di NCBI telah menunjukkan bahwa orang yang membaca fiksi sastra – cerita yang mengeksplorasi kehidupan batin karakter – menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami perasaan dan keyakinan orang lain. Peneliti menyebut kemampuan ini sebagai “theory of mind” atau “teori pikiran”, yaitu seperangkat keterampilan yang penting untuk membangun, mengarahkan, dan memelihara hubungan sosial.

The more you read, the more you know. The more you learn, the more places you go. In this holy month we are told to make most of our time to do something good, to be better. Let’s read at least one book!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *